1. Bagaikan
aur dengan tebing
“Dua hal yang tak mungkin dipisahkan (selalu
berdampingan)”
2. Bagaikan kejatuhan bulan
“Mendapat rejeki yang sangat menyenangkan”
3. Bagaikan serbuk dengan api
“Suatu keadaan yang mudah dipertemukan”
4. Bagaikan bumi dan langit
“Dua hal yang sangat jauh berbeda”
5. Bagaikan ayam termakan rambut
“Seseorang tersenggal-senggal karena nafasnya
sesak”
6. Bagaikan batu jatuh kelubuk
“Seseorang pergi yang tak akan kembali karna
jauh perginya”
7. Bagaikan gadis jolong bersubang
“Seseorang yang sombong karna baru mendapat
kekayaan”
8. Bagaikan anjing dengan kucing
“Dua orang yang tak mau bersatu”
9. Bagaikan kucing dibawakan lidi
“Seseorang yang sangat ketakutan karna suatu
hal”
10.
Bagaikan pinang
yang di belah dua
“Dua orang yang wajahnya hampir sama”
11.
Bagaikan
bergantung diujung rambut
“Seseorang yang selalu khawatir/cemas”
12.
Bagaikan katak di
dalam tempurung
“Seseoraang yang sangat picik pengetahuaanya
sedikit dan terbatas sekali kepandaiannya”
13.
Bagaikan
mencincang air
“Melakukan suatu pekerjaan yang tidak akan
membuahkan hasil/sia-sia”
14.
Bagakan telur di
ujung tanduk
“Seseorang dalam keadaan yang sangat
membahayakan”
15.
Bagaikan kambing
yang dimandikan
“Seseorang yang sangat malas mengerjakan suatu
hal pekerjaan karena pekerjaan
tersebut kurang disenangi”
16.
Bagaikan orang
buta kehilangan tongkat
“Seseorang dalam keadaan kesulitan karena
tidak tau langkah apa yang harus di ambil/diputuskan”
17.
Bagaikan anjing
mengunyah tulang
“Seseorang yang selalu marah dengan mulut
mengomel/bersungut-sngut”
18.
Baaikan menghitung
bulu kucing
“mengejakan suatu pekerjaan yang amat sulit
dan jelas tidak ada manfaatnya”
19.
Bagaikan kapal
kehilangan kemudi
“sesuatu perbuatan tanpa tujuan karena tak ada
pedoman (hidup) yang dapat membantunya”
20.
Bagaikan siang dan
malam
“dua hal yang sangat jauh berbeda sehingga
tidak akan mungkin untuk disatukan”
21.
Bagaikan lampu
kehabisan minyak
“Kehidupan seseorang yang makin sengsara,makin
bertambah miskin/kekurangan”
22.
Bagaikan harimau
menyembunyikan kukunya
“seseorang yang merendahkan diri dengan
menyembunyikan kelebihannya”
23.
Bagaikan bunga
dadap sungguh merah berbau tidak sedap
“sesuatu yang tampaknya indah, baik, bagus,
menarik tetapi senarnya biasa-biasa saja”
24.
Wajahnya bagaikan
bulan purnama
“roman muka yang rupawan, cantik,
bersinar-sinar tampak murah senyum”
25.
Wajahnya bagaikan bulan kesiangan
“roman muka yang tampak pucat kurang tidur”
26.
Bagaikan kumbang putus talinya
“sesuatu yang berjalan lancer tanpa adanya halangan
apapun”
27.
Bagaikan air di
atas daun talas
“seseorang yang tidak mempunyai pendirian yang
tetap”
28.
Bagaikan air
dengan minyak
“dua orang yang tidak mau bersatu”
29.
Kalah jadi abu
menang jadi arang
“sama-sama mendapat rugi”
30.
Ada uang abang di
sayang tak ada uang abang melayang
“mau enaknya sendiri”
31.
Ada gula ada semut
“dimana ada kesenangan disitu pula banyak
orang berkumpul”
32.
Ada udang di balik
batu
“ada maksud tertentu yang tersembunyi”
33.
Asal ada kecilpun
pada
“kalau tak ada rezeki yang banyak,sedikitpun
boleh juga”
34.
Adat teluk
timbunan kapal
“kita meminta pada yang punya, kita bertanya
pada yang pandai”
35.
Air tenang
menganyutkan
“orang pendiam biasanya banyak pengetahuannya”
36.
Air susu dibalas air tuba
“kebaikan dibalas dengan kejahatan”
37.
Air dicincang
tiada putus
“dalam sebuah keluarga tidak akan tercerai
berai kerena hanya perselisihan saja”
38.
Bermain air basah,
bermain api letup
“mengerjakan sesuatu pekerjaan akan mendapat
imbalan yang sesuai”
39.
Menepuk air di
dulang terpercik muka sendiri
“orang yang membeberkan rahhasia keluarganya
akan mendapat malu sendiri”
40.
Sambil menyelam
minum air
“orang yang mengerjakan pekerjaan sambil
engerjakan pekerjaan lainnya”
41.
Sebelum ajal
berpantang mati
“kita tidak boleh mudah menyerah atau putus
asa”
42.
Jika tak ada akar
rotanpun jadi
“kalau tak ada yang lebih baik, yang kurang
baikpun akan berguna”
43.
Alu patah, lesung
hilang
“menderita kemalangan secara turus menerus”
44.
Belum beranak
sudah di timbang
“mengaggap sudah menguasai sesuatu, tapi
persyaratannya belum mencukupi”
45.
Belum beranak
sudah berbesan
“belum berhasil sudah mengharapkan yang
bukan-bukan”
46.
Angan-angan
memikat tubuh
“memikirkan yang bukan-bukan,akhirnya mendapat
susah sendiri”
47.
Kemana angin
deras bertiup kesana pula condongnya
“orang yang tidak mempunyai pendirian yang
tetap”
48.
Angin berputar
ombak bersambung
“hal yang sulit di selesaikan karena banyak
sangkut pautnya”
49.
Kalau tidak
angin bertiup gak mungkin pohon bergoyang
“suatu kejadian pasti ada sebabnya”
50.
Membasuh muka
dengan arang
“menghilangkan malu”
51.
Bekerja
bahu-membahu
“bekerja gotong-royong untuk mencapai hasil”
52.
Tersembunyi di
balik kata
“mempunyai maksud lain dari apa yang
dikatakan”
53.
Balik belakang lain bicara
“orang
yang mengingkari janji”
54.
Buah manis tapi
berulat di dalamnya
“kata-kata yang manis tapi jahat hatinya”
55.
Di laut jadi buaya
di darat jadi harimau
“orang yang dimanapun sangat berbahaya”
56.
Bagaikan bulan dip
pagar bintang
“seorang putri cantik di dampingi teman-teman
yang cantik pula”
57.
Sebab buah dikenal
pohonnya
“watak seorang dapat di ketahui karena
perbuatannya”
58.
Hidup segan mati
tak mau
“orang yang sudah lama menderita
kesusahan/sakit”
59.
Tak ada gading
yang tak retak
“sebaik-baiknya orang atau benda pastilah ada
kekurangannya”
60.
Musuh tidak dicari
ketemu jangan di lelakkan
“jangan mencari-cari permusuhan tapi bila
datang jangan menyerah”

