Jumat, 12 April 2013

PERUMPAMAAN-UNGKAPAN-PEPATAH-KIASAN


1.      Bagaikan  aur dengan tebing
“Dua hal yang tak mungkin dipisahkan (selalu berdampingan)”
2.      Bagaikan kejatuhan bulan
“Mendapat rejeki yang sangat menyenangkan”
3.      Bagaikan serbuk dengan api
“Suatu keadaan yang mudah dipertemukan”
4.      Bagaikan bumi dan langit
“Dua hal yang sangat jauh berbeda”
5.     Bagaikan ayam termakan rambut
“Seseorang tersenggal-senggal karena nafasnya sesak”
6.     Bagaikan batu jatuh kelubuk
“Seseorang pergi yang tak akan kembali karna jauh perginya”
7.     Bagaikan gadis jolong bersubang
“Seseorang yang sombong karna baru mendapat kekayaan”
8.     Bagaikan anjing dengan kucing
“Dua orang yang tak mau bersatu”
9.     Bagaikan kucing dibawakan lidi
“Seseorang yang sangat ketakutan karna suatu hal”
10.                         Bagaikan pinang yang di belah dua
“Dua orang yang wajahnya hampir sama”
11.                         Bagaikan bergantung diujung rambut
“Seseorang yang selalu khawatir/cemas”
12.                         Bagaikan katak di dalam tempurung
“Seseoraang yang sangat picik pengetahuaanya sedikit dan terbatas sekali kepandaiannya”
13.                         Bagaikan mencincang air
“Melakukan suatu pekerjaan yang tidak akan membuahkan hasil/sia-sia”
14.                         Bagakan telur di ujung tanduk
“Seseorang dalam keadaan yang sangat membahayakan”
15.                         Bagaikan kambing yang dimandikan
“Seseorang yang sangat malas mengerjakan suatu hal pekerjaan karena    pekerjaan tersebut kurang disenangi”

16.                         Bagaikan orang buta kehilangan tongkat
“Seseorang dalam keadaan kesulitan karena tidak tau langkah apa yang harus di ambil/diputuskan”
17.                         Bagaikan anjing mengunyah tulang
“Seseorang yang selalu marah dengan mulut mengomel/bersungut-sngut”
18.                         Baaikan menghitung bulu kucing
“mengejakan suatu pekerjaan yang amat sulit dan jelas tidak ada manfaatnya”
19.                         Bagaikan kapal kehilangan kemudi
“sesuatu perbuatan tanpa tujuan karena tak ada pedoman (hidup) yang dapat membantunya”
20.                         Bagaikan siang dan malam
“dua hal yang sangat jauh berbeda sehingga tidak akan mungkin untuk disatukan”
21.                         Bagaikan lampu kehabisan minyak
“Kehidupan seseorang yang makin sengsara,makin bertambah miskin/kekurangan”
22.                         Bagaikan harimau menyembunyikan kukunya
“seseorang yang merendahkan diri dengan menyembunyikan kelebihannya”
23.                         Bagaikan bunga dadap sungguh merah berbau tidak sedap
“sesuatu yang tampaknya indah, baik, bagus, menarik tetapi senarnya biasa-biasa saja”
24.                         Wajahnya bagaikan bulan purnama
“roman muka yang rupawan, cantik, bersinar-sinar tampak murah senyum”
25.                        Wajahnya bagaikan bulan kesiangan
“roman muka yang tampak pucat kurang tidur”
26.                        Bagaikan kumbang putus talinya
“sesuatu yang berjalan lancer tanpa adanya halangan apapun”
27.                         Bagaikan air di atas daun talas
“seseorang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap”
28.                         Bagaikan air dengan minyak
“dua orang yang tidak mau bersatu”
29.                         Kalah jadi abu menang jadi arang
“sama-sama mendapat rugi”

30.                         Ada uang abang di sayang tak ada uang abang melayang
“mau enaknya sendiri”
31.                         Ada gula ada semut
“dimana ada kesenangan disitu pula banyak orang berkumpul”
32.                         Ada udang di balik batu
“ada maksud tertentu yang tersembunyi”
33.                         Asal ada kecilpun pada
“kalau tak ada rezeki yang banyak,sedikitpun boleh juga”
34.                         Adat teluk timbunan kapal
“kita meminta pada yang punya, kita bertanya pada yang pandai”
35.                         Air tenang menganyutkan
“orang pendiam biasanya banyak pengetahuannya”
36.                        Air susu dibalas air tuba
“kebaikan dibalas dengan kejahatan”
37.                         Air dicincang tiada putus
“dalam sebuah keluarga tidak akan tercerai berai kerena hanya perselisihan saja”
38.                         Bermain air basah, bermain api letup
“mengerjakan sesuatu pekerjaan akan mendapat imbalan yang sesuai”
39.                         Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri
“orang yang membeberkan rahhasia keluarganya akan mendapat malu sendiri”
40.                         Sambil menyelam minum air
“orang yang mengerjakan pekerjaan sambil engerjakan pekerjaan lainnya”
41.                         Sebelum ajal berpantang mati
“kita tidak boleh mudah menyerah atau putus asa”
42.                         Jika tak ada akar rotanpun jadi
“kalau tak ada yang lebih baik, yang kurang baikpun akan berguna”
43.                         Alu patah, lesung hilang
“menderita kemalangan secara turus menerus”
44.                         Belum beranak sudah di timbang
“mengaggap sudah menguasai sesuatu, tapi persyaratannya belum mencukupi”
45.                         Belum beranak sudah berbesan
“belum berhasil sudah mengharapkan yang bukan-bukan”
46.                         Angan-angan memikat tubuh
“memikirkan yang bukan-bukan,akhirnya mendapat susah sendiri”
47.                         Kemana angin deras bertiup kesana pula condongnya
“orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap”
48.                         Angin berputar ombak bersambung
“hal yang sulit di selesaikan karena banyak sangkut pautnya”
49.                         Kalau tidak angin bertiup gak mungkin pohon bergoyang
“suatu kejadian pasti ada sebabnya”
50.                         Membasuh muka dengan arang
“menghilangkan malu”
51.                         Bekerja bahu-membahu
“bekerja gotong-royong untuk mencapai hasil”
52.                         Tersembunyi di balik kata
“mempunyai maksud lain dari apa yang dikatakan”
53.                        Balik belakang lain bicara
“orang  yang mengingkari janji”
54.                         Buah manis tapi berulat di dalamnya
“kata-kata yang manis tapi jahat hatinya”
55.                         Di laut jadi buaya di darat jadi harimau
“orang yang dimanapun sangat berbahaya”
56.                         Bagaikan bulan dip pagar bintang
“seorang putri cantik di dampingi teman-teman yang cantik pula”
57.                         Sebab buah dikenal pohonnya
“watak seorang dapat di ketahui karena perbuatannya”
58.                         Hidup segan mati tak mau
“orang yang sudah lama menderita kesusahan/sakit”
59.                         Tak ada gading yang tak retak
“sebaik-baiknya orang atau benda pastilah ada kekurangannya”
60.                         Musuh tidak dicari ketemu jangan di lelakkan
“jangan mencari-cari permusuhan tapi bila datang jangan menyerah”