Jumat, 05 April 2013

BAHASA TUBUH DALAM PERGAULAN

Bahasa tubuh mulai masuk ke dalam bahasa kita pada sekitar dua puluh tahun terakhir. Ini mencerminkancara berpikir kita yang semakin mengarah ke cara pikir yang lebih kejiwaan. Kita ingin mengerti diri kita sendiri dan diri orang lain, dan kita mencari cara yang tepat untuk melakukannya. Salah satu sebab yang membuat bahasa tubuh itu menarik, ialah karena ia memberikan kepada kita pemahaman akan pikiran-pikiran, persaan-perasaan, kecemasan-kecemasan yang tersembunyi pada orang lain dan kepada keinginan-keinginan dan ketakutan-ketakutan kita sendiri.
Sigmund freud, penemu psikoanalisis mempunyai pendapat yang tepat tentang bagaimana kita berbicara tentang kelakuan kita. Perhatikan kata-kata ini :
-         Dimas mempunyai perasaan rendah diri
-         Dian merasa tertekan jika berbicara tentang laki-laki
-         Jhon mempunyai ego yang terlalu besar
Para psikoanalisis berpendapat bahwa kita mempunyai keinginan-keinginan yang berada di bawah alam sadar.seringkali kita tidak mengetahui motif yang sebenarnya dari tindakan-tindakan kita. Freud yang senang bermain, menyukai humor,tindakan-tindakan yang salah,dan kekeliruan bicara yang lucu, berpendapat baahwa ungkapan-ungkapan di atas memperlihatkan apa yang ada dalam alam bawah sadar, alam bawah sadar bersifat primitif. Penuh dangan keinginan-keinginan yang di anggap terlarang oleh masyarakat.
Freud mnganalisis apa yang di katkan oleh pasien-pasiennya dan mengingatnya, para pasien biasanya berbaring dan berbicara di bangku sofanya yang terkenal, yang sekarang berada di musium freud di london, freud jarang memperhatikan tingkah laku manusia di dalam kehidupan sehari-hari, tapi ia melihat arti penting dari bahasa tubuh, seorang pasien yang mungkin berbaring waktu ia berbicara, ditulis oleh freud pada tahun 1905 sebagaai merka berbicara dengan gugup.
Jari, lengan, kaki, mata kaki kita memang berbicara dan banyak mengungkapkan tentang harapan,ketakutan,kecemasan,dan kepribadian kta, gerak isyarat tubuh kita yang mencolok maupun yang lembut, berbicara banyak, terutama dalam hal cinta dan seks, banyak diantara kita yang peka dan emosional akan hal apakah kita dicintai dan di inginkan atau tidak. Kepekaan emosi ini sering tersembul keluar dalam bahasa tubuh. Untuk mengerti bahasa tubuh anda harus belajar memperhatikan orang lain dan diri anda sendiri dengan cermat