Bahasa tubuh mulai masuk ke dalam bahasa kita pada sekitar dua
puluh tahun terakhir. Ini mencerminkancara berpikir kita yang semakin mengarah
ke cara pikir yang lebih kejiwaan. Kita ingin mengerti diri kita sendiri dan
diri orang lain, dan kita mencari cara yang tepat untuk melakukannya. Salah
satu sebab yang membuat bahasa tubuh itu menarik, ialah karena ia memberikan
kepada kita pemahaman akan pikiran-pikiran, persaan-perasaan,
kecemasan-kecemasan yang tersembunyi pada orang lain dan kepada
keinginan-keinginan dan ketakutan-ketakutan kita sendiri.
Sigmund freud, penemu psikoanalisis mempunyai pendapat yang tepat
tentang bagaimana kita berbicara tentang kelakuan kita. Perhatikan kata-kata
ini :
-
Dimas
mempunyai perasaan rendah diri
-
Dian
merasa tertekan jika berbicara tentang laki-laki
-
Jhon
mempunyai ego yang terlalu besar
Para psikoanalisis berpendapat bahwa kita mempunyai
keinginan-keinginan yang berada di bawah alam sadar.seringkali kita tidak
mengetahui motif yang sebenarnya dari tindakan-tindakan kita. Freud yang senang
bermain, menyukai humor,tindakan-tindakan yang salah,dan kekeliruan bicara yang
lucu, berpendapat baahwa ungkapan-ungkapan di atas memperlihatkan apa yang ada
dalam alam bawah sadar, alam bawah sadar bersifat primitif. Penuh dangan
keinginan-keinginan yang di anggap terlarang oleh masyarakat.
Freud mnganalisis apa yang di katkan oleh pasien-pasiennya dan
mengingatnya, para pasien biasanya berbaring dan berbicara di bangku sofanya
yang terkenal, yang sekarang berada di musium freud di london, freud jarang
memperhatikan tingkah laku manusia di dalam kehidupan sehari-hari, tapi ia
melihat arti penting dari bahasa tubuh, seorang pasien yang mungkin berbaring
waktu ia berbicara, ditulis oleh freud pada tahun 1905 sebagaai merka berbicara
dengan gugup.
Jari, lengan, kaki, mata kaki kita memang berbicara dan banyak
mengungkapkan tentang harapan,ketakutan,kecemasan,dan kepribadian kta, gerak
isyarat tubuh kita yang mencolok maupun yang lembut, berbicara banyak, terutama
dalam hal cinta dan seks, banyak diantara kita yang peka dan emosional akan hal
apakah kita dicintai dan di inginkan atau tidak. Kepekaan emosi ini sering
tersembul keluar dalam bahasa tubuh. Untuk mengerti bahasa tubuh anda harus
belajar memperhatikan orang lain dan diri anda sendiri dengan cermat

